Sabtu, 16 Mei 2009

Tafsir Markus 16:15-20

by: Leonardo

Injil markus 16:15-20
Ayat-ayat dalam Markus 16:15 – 20 ini berbicara mengenai Pesan Kristus secara khusus kepada GerejaNya. Yang dikenal juga dengan amanat Agung dalam matius pasal 28. Saat ini kita akan membahas satu persatu mulai dari ayat ayat 15.
Markus 16:15
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Dalam ayat ini Yesus mulai memberi perintah kepada Murid-muridNya. Artinya murid-murid Yesus siapapun itu memiliki kewajiban/tugas untuk meneruskan misi yang sudah dirintis oleh Kristus sendiri. Setiap orang percaya adalah juga murid Kristus yang punya tanggung jawab untuk meneruskan tongkat estafet yang telah dimulai oleh Kristus sendiri.
“… Pergilah ke seluruh dunia”
“Poreuthentes eis ton kosmon

Kristus menegaskan bahwa misi Injil/Penyelamatan itu bersifat universal. Bukan hanya terbatas kepada wilayah Israel. Kepada seluruh dunia/kosmon menunjuk kepada daerah geografis yang ada didunia ini, di planet bumi ini.
Ketika Kristus naik ke surga, Injil itu bersifat universal dan mengatasi batas-batas geografis.
Kemudian dikatakan: “…beritakan Injil kepada segala makhluk
“apanta keruksate to euangelion pase te ktisei”
Disini ada kata perintah untuk keruksate yang bermakna proklamirkan, beritakan Injil. Kata proklamirkan itu bermakna sebuah kata yang bernada kemenangan. Karena Kristus yang sudah bangkit, menang atas maut itu menjadi inti pusat dari berita Injil.
Pemberitaan Injil haruslah berpusat kepada Kristus. Pemberitaan Injil yang hanya bersifat seruan moral tanpa berpusat pada Kristus itu bukan merupakan berita Injil yang penuh. Pemberitaan Injil berarti memproklamirkan bahwa Kristus yang sudah bangkit itu berkuasa atas segala sesuatu yang menyediakan keselamatan bagi semua orang yang percaya.
Dikatakan beritakan Injil kepada SEGALA makhluk/ktisei/ciptaan. Artinya disini kembali ditekankan bahwa berita Injil itu universal. Untuk segala suku bangsa. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja. Dalam Matius 28:19 dikatakan bahwa Kristus memerintahkan kepada murid-muridNya untuk menjadikan segala bangsa/ pan ta ethne. Segala etnis baik negro, Indian, dll semua menjadi sasaran berita Injil yang bersifat universal.

Markus 16:16
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Kemudian Yesus berkata bahwa orang-orang yang menjadi percaya kepada berita Injil itu haruslah dibabtis/Babtistheis. Baptisan menggambarkan lambang penggabungan diri kepada sebuah kelompok. Jika kita dibabptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus berarti kita sedang mengadakan perjanjian untuk bergabung kedalam timnya Allah. Kita bukanlah kelompok dunia lagi. Kita adalah anggota kerajaan Allah. Hal ini memiliki konsekwensi untuk kita belajar memiliki etika hidup sebagai warga kerajaan surga.
“… siapa yang tidak percaya akan dihukum
Orang-orang yang mendengar berita Injil tetapi mengeraskan hati dan tidak membuka diri untuk menerima berita Injil maka mereka sedang menaruh hidupnya dibawah penghukuman. Sebenarnya yang ditekankan disini bukan penghukuman Allah, namun lebih kepada akibat praktis dari menolak berita Injil. Seperti misalnya; jika orang tidak pakai helm kemudian kecelakaan dan kepalanya gegar otak, maka apakah orang itu menjadi gegar otak karena dihukum polisi? Tentu tidak. Lebih tepat dikatakan bahwa orang tersebut menjadi celakan sebagai akibat menolak imbauan Polisi. Demikian juga manusia yang tidak menerima berita Injil akan menjadi celaka sebagai akibat penolakan mereka sendiri.

Markus 16:17-18
17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

ayat 17; … tanda-tanda ini akan menyertai orang percaya
semeion/ tanda/cap menjadi bukti bahwa berita Injil itu benar. Allah mengaruniakan tanda kepada orang percaya yang mau memberitakan Injil. Tanda-tanda ini tidak akan bekerja jika tidak ada pemberitaan Injil. Ketika Injil terlebih dahulu diberitakan maka tanda-tanda ini mengikutinya. Ada banyak orang saat ini mengharapkan tanda namun mereka tidak mau memberitakan Injil. Disepanjang Kitab Injil Yesus memberikan contoh bahwa Dia terlebih dahulu memberitakan Injil barulah Dia melakukan tanda-tanda tersebut. Karena dalam pemberitaan Injil ada firman yang disampaikan. Dimana firman disampaikan disana menimbulkan iman. Iman inilah yang menarik kuasa Allah turun atas manusia.

Markus 16:19
“sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Setelah misi pengutusan ini Yesus naik ke surga dan duduk disebelah kanan Allah. Duduk disebelah kanan Allah adalah bahasa metaforis bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah sesuai mazmur 110 :1
“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."


Menurut ayat ini Mesias duduk disebelah kanan Allah. Artinya Mesias diberi mandate oleh Allah untuk menjalankan pemerintahan Allah atas dunia. Dengan kata lain Yesus sebagai manusia dalam misiNya sebagai Mesias, Dia memegang segala otoritas di surga dan di bumi dan juga di bawah bumi. Senada dengan hal ini matius merekam sabda Yesus dalam Injilnya.
“yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Marks 16:20
“Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.


Murid-murid patuh melaksanakan apa yang diperintahkan Yesus untuk memberitakan Injil. Dalam ayat ini kita lihat pola yang sama untuk munculnya tanda-tanda ajaib. Mereka memberitakan Injil dulu kemudian Tuhan meneguhkan pemberitaan mereka.
Janji-janji dalam ayat-ayat ini masih berlaku untuk Gereja Tuhan saat ini. Tugas Gereja saat ini mau punya misi keluar, beritakan Injil dan tanda-tanda itu akan menyertai kita. Buktikan!!!
Tafsiran pada kisah rasul pasal 1:1-8 initinya berbicara tentang Kuasa yang dijanjikan Tuhan pada murid-muridNya.
Roh Kudus turun pada hari pentakosta dan memenuhi murid-murid. Intinya disini ada masa persiapan sebelum mereka pergi memberitakan Injil.
Gereja saat ini juga butuh masa-masa persiapan sebelum memberitakan Injil. Kita tidak perlu meminta pencurahan Roh kudus, ini salah kaprah yang seringkali terjadi di Gereja saat ini. Roh kudus sudah dicurahkan 2000 tahun yang lalu pada saat Pentakosta. Gereja hanya perlu hidup dalam Firman, Doa, menjaga kekudusan dan punya imanNya Allah kemudian pergi memberitakan Injil. Ketika kita percaya kita sudah diberikan Roh kudus tinggal dalam hidup kita. Sekarang tinggal bagaimana kita mempotensikan diri kita dengan kuasa yang sudah Allah taruh dalam hidup kita. Babptisan Roh Kudus berbeda dengan pencurahan Roh Kudus pada saat Pentakosta Gereja Mula-mula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar